Perubahan Lingkungan: Pencemaran Air

Pencemaran Air

Pencemaran air merupakan suatu kondisi menurunnya kondisi suatu perairan akibat masuknya polutan di luar ambang batas yang telah ditetapkan oleh kesehatan. Pencemaran air berkaitan erat dengan pencemaran tanah, terutama karena air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup pada umumnya.

Materi tentang pencemaran air dapat dibaca pada dokumen ini


Sedangkan, pengolahan air limbah dapat dibaca pada modul di bawah ini:


Materi tentang pencemaran air juga dapat disimak melalui video di bawah ini:


Kearifan lokal sebagai salah satu solusi pencemaran air:

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beragam warisan budaya, sebagaimana kita ketahui bahwa budaya dihasilkan dari pemikiran manusia, sehingga banyak nilai-nilai luhur yang dapat digali dari berbagai budaya yang ada di Indonesia untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk menanggulangi fenomena pencemaran yang terjadi saat ini. Adapun beberapa kearifan lokal yang berpotensi menjadi solusi dari pencemaran air adalah sebagai berikut: 

  1. Hajat Huluwatonyaitu suatu upacara adat tahunan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Bandung sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ritual yang biasa dilakukan setiap satu tahun sekali, yakni pada bulan Silih Mulud atau Rabiul Akhir ini biasanya diawali dengan kegiatan membersihkan sumber air yang digunakan oleh masyarakat dan dilanjutkan dengan syukuran berdo’a bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa. Informasi lebih lengkap dapat diakses pada link: more on Hajat huluwaton
  2. Kebiasaan menghindari penggunaan sabun kimia dan larangan mengubur jenazah di hutan dekat sumber mata air di masyarakat Kuta Dalam, di Ciamis sebagai upaya menghindari pencemaran air dan sumber air tanah yang digunakan oleh masyarakat. Informasi lebih lengkap dapat diakses pada link: more on kampung Kuta Dalam
  3. Larangan mandi di sungai dengan menggunakan sabun di Kampung Naga, Tasikmalaya sebagai upaya menghindari pencemaran air, di mana warga harus menggunakan dedaunan atau akar-akaran (akar kerapit, daun, dan buah honje) sebagai pengganti sabun. Informasi lebih lengkap dapat diakses pada link: more on Kampung Naga

Comments