Roti 101

Roti merupakan penganan sumber karbohidrat yang terbuat dari hasil proses fermentasi dengan menggunakan ragi, kemudian dipanggang. Berdasarkan jenis adonannya, roti dapat dikelompokkan menjadi roti manis, roti tawar, dan soft roll.

Bahan dasar pembuatan roti adalah tepung, air, ragi, garam, gula, lemak, susu, telur, dan bread improver. Tepung merupakan bahan dasar pembuatan roti, dan dibedakan berdasarkan kadar glutennya. Air digunaka sebagai pelarut da pengontrol suhu. Ragi digunakan sebagai pengembang agar roti memiliki tekstur yang lembut. Gula digunakan sebagai peambah rasa Lemak digunakan untuk  membuat  roti  yang  dihasilkan  menjadi  lembut  dan  tidak  lengket  di  loyang. Telur   bermanfaat   untuk   menambah   kandungan   protein   dan   membantu   proses pengembangan adonan. Sedangkan bread improver digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan roti.

Terdapat tiga macam ragi yag digunakan dalam pembuatan roti, yakni ragi basah, ragi aktif kering, dan ragi instan. Mikroba utama pada ragi roti adalah Saccharomuces cereviceae. Ragi akan merombak gula membentuk gas karbondioksida dan alkohol. Gas karbondioksida akan terperangkap pada adonan yang menyebabkan adonan mengembahang dan menghasilkan roti yang empuk.


(Sumber: https://my-best.id/)

Contoh: roti gandum, baguette, bagel, croissant, crumpet, corn bread, sourdough, dan roti pita.

Prosedur pembuatan roti dapat disimak melalui video berikut ini:



Referensi:

Sutriyono, A., Kusnandar, F., & Muhandri, T. (2016). Karakteristik Adonan dan Roti Tawar dengan Penambahan Enzim dan Asam Askorbat pada Tepung Terigu. Jurnal Mutu Pangan, 3(2), 103-110. Retrieved from https://journal.ipb.ac.id/index.php/jmpi/article/view/26234.

Arwini, N. P. D. (2021). Roti, Pemilihan Bahan, dan Proses Pembuatan. Jurnal Ilmiah Vastuwidya Universitas Mahendradatta, 4(1), 33-40. Doi: https://doi.org/10.47532/jiv.v4i1.249

Comments